Mendengar kabar tersebut pemerintah Amerika Serikat cukup gusar. Pasalnya, tindakan Rusia berpotensi membuka arus kas ke Korut dan penekanan menghentikan program senjata nuklirnya hanya isapan jempol belaka.
Pemerintah AS mencatat pekerja Korut di Rusia diperkirakan dapat mengirim antara 150-300 juta dolar AS per tahunnya ke Pyongyang.
"Moskow harus membuktikan dengan bekerja sama dengan kami, tidak bekerja melawan kami," kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS seperti dilansir Reuters, Jumat (3/8).
Surat kabar Wall Street Journal, mengutip catatan milik Kementerian Dalam Negeri Rusia, melaporkan, lebih dari 10 ribu pekerja Korut telah terdaftar di Rusia sejak September 2017.
Setidaknya terdapat 700 izin kerja baru yang diterbitkan untuk warga Korut di Rusia tahun ini.
[jto]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: