
Iran membalas tuntutan Amerika Serikat. Lewat dokumen berjudul "Kebijakan Luar Negeri AS Dalam Krisis" Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif membeÂberkan daftar 15 tuntutan untuk memperbaiki hubungan dengan AS, termasuk kembalinya AS ke kesepakatan nuklir tahun 2015.
Menurut Zarif, AS telah menjadi "negara nakal" dengan berulang kali melanggar hukum internasional. Dia meminta AS berhenti menyediakan senjata bagi Arab Saudi, yang diangÂgapnya telah menginvasi YaÂman. Dia juga menuntut AS menghentikan larangan terhadap perlucutan nuklir Israel.
Zarif menambahkan bahwa Iran tidak akan bernegosiasi dengan negara yang gagal mereÂlaisasikan janji-janjinya dan yang berusaha menyabotase perjanjian multilateral negara lain.
Pernyataan Zarif setebal 13 halaman ini merupakan tangÂgapan atas 12 tuntutan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo untuk Iran. TunÂtutan Pompeo menyusul kesÂepakatan "baru" dengan Iran setelah keluarnya Washington dari perjanjian nuklir multilateral kesepakatan Rencana Aksi BerÂsama Komprehensif (JCPOA).
Zarif menulis, "Keluarnya AS dari beberapa perjanjian internaÂsional membahayakan stabilitas komunitas internasional. AS menjadi negara nakal dan penÂjahat internasional." ***
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: