Serangan udara yang dilakuÂkan Moskow untuk memberi jalan bagi perluasan ofensif tentara Suriah guna merebut kembali kawasan strategis yang berbatasan dengan YorÂdania dan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel.
Dua pusat pelacakan yang memantau gerakan-gerakan pesawat militer merekam sedikitnya dua puluh gemÂpuran atas Busra al Harir, di timur laut Deraa, sebuah kota di Suriah.
"Kami telah melacak lima jet tempur Rusia terbang dan melancarkan 25 serangan udara," kata sumber opsisi sebagaimana dilansir dari Reuters.
Pasukan pemerintah SuÂriah sejauh ini menggunakan artileri berat dan roket daÂlam serangan dan pesawat-pesawat tempur Rusia yang memiliki peran penting daÂlam penguasaan kembali kawasan-kawasan yang direÂbut oposisi belum dikerahkan hingga sekarang.
Presiden Suriah Bashar al-Assad bersumpah akan merebut kembali kawasan strategis dan sensitif dan tentara melancarkan serangan pekan lalu, mengancam meruÂsak zona "de-eskalasi" yang disepakati Amerika Serikat dan Rusia tahun lalu.
Suriah mengandalkan keÂmampuan militer Rusia dalam kampanye merebut kemÂbali bagian selatannya. Hal tersebut akan melemahkan kemampuan kelompok-kelÂompok pemberontak Tentara Suriah Bebas (FSA) yang merupakan kekuatan utama melawan rezim Bashar dan sekutunya. Pengeboman tak henti-henti atas kawasan-kawasan sipil bisa memaksa para pejuang untuk menanÂdatangani perjanjian untuk menyerah. ***
BERITA TERKAIT: