Diberitakan media MalayÂsia,
The Star dan
Malay Mail, kemarin, Jamal Yunos yang menjabat Kepala UMNO Divisi Sungai Besar, melarikan diri dari tahanan polisi setelah gagal meÂnyelesaikan proses pembebasan dengan jaminan, sejak dua pekan lalu. UMNO merupakan partai yang menaungi bekas Perdana Menteri Malaysia Najib Razak.
Menteri Dalam Negeri MaÂlaysia, Muhyiddin Yassin, dalam pernyataan terbaru menegaskan dirinya akan memastikan Jamal diadili. "Jika semuanya terserah pada saya, saya ingin menangÂkapnya (Jamal) hari ini. Tapi prosedur dan proses permintaan keterangan harus dilakukan," tegasnya.
Lebih lanjut, Muhyiddin meÂnyatakan, telah diberitahu oleh Kepala Kepolisian Malaysia, Inspektur Jenderal Polisi MoÂhamad Fuzi Harun, Kepolisian Indonesia telah diminta bantuan untuk ikut melacak Jamal.
"Kami telah menghubungi otoritas Indonesia. Semua upaya dilakukan untuk melacaknya (Jamal). Semoga akan akan ada kerjasama, untuk memastikan pihak-pihak yang disebut akan dibawa ke pengadilan," tuturnya, dalam konferensi pers usai menÂgunjungi markas Kepolisian Malaysia di Bukit Aman, Kuala Lumpur, kemarin.
Jamal telah dijerat setidaknya enam dakwaan pidana, termasuk dakwaan memicu keributan umum. Pada 5 Oktober 2017, JaÂmal dianggap memicu keributan dengan memecahkan beberapa botol minuman keras memakai sebuah palu di depan kantor SekÂretariat Negara Bagian Selangor di Shah Alam.
Aksi itu dilakukan Jamal untuk memprotes
Better Beer Festival yang digelar di Selangor. DakÂwaan untuk Jamal dibacakan hakim di Rumah Sakit Spesialis Ampang Jaya, tempat dia dirawat pada 25 Mei lalu. Usai proses pembacaan dakwaan, Jamal diÂtahan dengan besar uang jaminan 3 ribu ringgit (Rp 10,4 juta).
Namun saat proses pembayaran uang jaminan belum selesai, Jamal telah menghilang. Pihak pengacara menyebut menghilanÂgnya Jamal hanya kesalahpahaÂman dan menyatakan kliennya akan menyerahkan diri.
Dugaan kabur ke Indonesia mencuat setelah Jamal gagal menyerahkan diri ke polisi pada 30 Mei lalu. Bukannya mendaÂtangi kantor polisi, Jamal malah mengunggah video dirinya via media sosial dengan mengklaim dirinya dikriminalisasi oleh otoÂritas Malaysia. Video Jamal itu direkam di sebuah perkebunan kelapa sawit yang tidak disebut lokasi pastinya.
Laporan yang belum terveriÂfikasi dari Sinchew, seperti diÂlansir
The Star, menyebut Jamal kabur ke Karimun, yang masuk wilayah Riau dan berjarak hanya 10 kilometer dari Johor, MalayÂsia pada 27 Mei lalu.
Karimun bisa dijangkau dari Kukup, Johor, dengan kapal. SuÂrat perintah penangkapan untuk Jamal telah resmi dirilis untuk Jamal pada Jumat (1/6) lalu, oleh pengadilan Ampang, atas tuduhan melarikan diri atau melawan penaÂhanan oleh polisi. ***
BERITA TERKAIT: