Kesepakatan itu diambil dalam sebuah pertemuan yang dihadiri para elit Libya yang bersaing dan diplomat dari lebih dari 20 negara di Paris, Perancis, Selasa (29/5).
Kesepakatan ini merupakan buah dari upaya Presiden Perancis Emmanuel Macron menciptakan perdamaian di Libya. Menurutnya, kesepakatan yang lahir dalam pertemuan tersebut merupakan titik balik mencapai penyelesaian di Libya.
“Kita kini memiliki komitmen yang jelas bagi Libya, yaitu tanggal yang disepakati untuk pelaksanaan pemilu parlemen dan presiden,†ujarnya seperti dikutip
Voanews, Rabu (30/5).
Pemilu ini mendapat dukungan dari kepala pemerintah Libya yang diakui PBB
Kepala pemerintahan yang didukung PBB di Tripoli, Fayez Al-Sarraj dan penguasa bagian timur Libya, Khalifa Haftar telah mencapai kata sepakat bahwa negara yang terpecah itu harus mengadakan pemilihan presiden dan legislatif pada 10 Desember.
[ian]
BERITA TERKAIT: