Kerjasama ini bertujuan untuk meningkatkan keandalan, efisiensi ekonomi dan daya saing operasional Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN), terutama dalam Sistem Instrumentasi dan Kontrol (I&C).
Penandatanganan perjanjian tersebut dilakukan oleh Butko selaku Chief Executive Office Rusatom Automated Control Systems (JSC RASU), dan Sun Yongbin selaku General Manager China Techenergy Co. Ltd (CTEC).
Penandatanganan dilakukan pada Forum ATOMEXPO 2018 yang digelar pada pertengahan Mei lalu di Kota Sochi, Rusia.
Di dalam dokumen perjanjian dijelaskan berbagai langkah prioritas utama untuk memenuhi tujuan jangka pendek.
Kedua pihak berencana mempertimbangkan pembentukan konsorsium untuk pasokan bersama bagi PLTN Tianwan di Tiongkok.
Perjanjian ini juga meliputi pemberian konsultasi teknis, sertifikasi dan pemasaran serta promosi I&C untuk pasar di luar Rusia dan Tiongkok. Termasuk, niat para pihak untuk mengembangkan lokalisasi peralatan CTEC di arra manufaktur Rosatom, BUMN Nuklir Rusia.
CTEC juga menegaskan keinginannya untuk menerapkan I & C buatan Rusia pada unit yang sedang dibangun atau direncanakan di Tiongkok yang jumlahnya terus meningkat.
Tiongkok saat ini memiliki 38 unit operasional dengan total kapasitas terpasang 34,4 GW.
"Dokumen yang ditandatangani merupakan langkah penting pertama untuk pengembangan produk yang dapat digunakan secara luas di sebagian besar PLTN di dunia," kata Butko dalam siaran pers Rosatom, Jumat (24/5).
"Kami sebagai pengembang dan produsen sistem I & C dan klien kami yang selalu siap memberikan solusi canggih, sangat tertarik akan hal tersebut," imbuhnya.
General Manager CTEC Sun Yongbin mengatakan, kerja sama dengan instrumentasi dan integrator kontrol Rusia memberi peluang baru untuk kerjasama yang saling menguntungkan di pasar nuklir internasional.
"Kami menganggap JSC RASU sebagai mitra andal untuk menyediakan pasar nuklir dengan solusi yang terbukti efisien," terang Sun Yongbin.
[wid]
BERITA TERKAIT: