Menurutnya, pertemuan puncak di Dammam, Arab Saudi, dan dipimpin langsung Raja Salman Raja Salman bin Abdul Aziz menegaskan bahwa Al-Quds merupakan ibu kota abadi bagi Palestina. Menurutnya, penamaan Al-Quds ini juga menjadi bukti kuat bahwa persoalan PalesÂtina berada di hati Pelayan Dua Kota Suci itu.
Menurut Dubes Osamah, sumbangan Raja Salman 150 juta dolar atau Rp 2,8 triliun untuk Program Dukungan Wakaf Islam di Yerusalem didasarkan pada prinsip tangÂgung jawab terhadap YerusaÂlem dan tempat-tempat suci Islam di dunia.
Dia menambahkan, KTT ke-29 ini mendapatkan perhatian luas dari seluruh dunia, ditandai dengan adanya partisipasi Afrika dan Eropa. Banyak persoalan yang dibahas dalam KTT ini, terutama kecaman terhadap pendudukan Israel di Yerusalem dan penolakan terhadap interÂvensi Iran dalam urusan internal negara-negara Arab.
"Keikutsertaan Ketua Komisi Uni Afrika dan Perwakilan KeÂbijakan Luar Negeri Uni Eropa pada KTT ke-29 membuktikan Saudi hanya memiliki satu peÂsan yang ingin dicapai ke dunia, yaitu bahwa Al-Quds atau YeÂrusalem selalu ada dalam hati Raja Salman," cetusnya.
"Arab Saudi juga menolak keras berbagai tindakan dan intervensi Iran, termasuk di dalamnya aksi-aksi milisi Houthi. Saudi tegas menolak keras terorisme dalam segala bentuknya. Perdamaian meÂnyeluruh adalah opsi strategis dunia Arab," tegasnya. ***