Kedutaan Palestina di Mesir mengumumkan pada hari Senin (19/2) bahwa persimpangan perbatasan Rafah akan dibuka pada hari itu untuk mengizinkan orang-orang Palestina kembali ke Jalur Gaza.
Seorang di antaranya mengatakan bahwa mereka diangkut menggunakan bus dan dibawa keluar dari bandara.
Kelompok tersebut terdampar di bandara Kairo selama 13 hari setelah Mesir tiba-tiba menutup persimpangan perbatasan.
Dimuat
Al Jazeera, Mesir sebelumnya mengatakan akan membuka sementara penyeberangan Rafah pada 7 Februari selama tiga hari, namun menutupnya dua hari kemudian, pada 9 Februari.
Menurut kelompok hak asasi manusia dan beberapa pelancong, kelompok tersebut mengalami kondisi mengerikan tanpa akses terhadap makanan yang layak, air ataupun kasur untuk tidur saat terjebak di bandara.
[mel]
BERITA TERKAIT: