Partisipasinya mendapat apresiasi dari banyak pihak, termasuk Presiden Pantai Gading, Presiden Republik Guinea serta dari kepala negara Uni Afrika lainnya. Pasalnya, kehadiran Raja Mohammed VI mendapat komitmen pan-Afrika berdaulat.
Ketua Komisi Uni Afrika Moussa Faki Mahamat, dalam kesempatan tersebut secara khusus memuji kembalinya Maroko ke Uni Afrika. Ia menekankan bahwa tema KTT ini sesuai dengan tema tahunan Uni Afrika yaitu "Memanfaatkan Dividen Demografis Melalui Investasi di Pemuda".
UNSG Antonio Guterres memuji pilihan tema tersebut, mengatakan bahwa pemuda adalah masa depan dan harus didengarkan dan ditempatkan di pusat tindakan kita dan program nasional dan internasional.
Dalam KTT tersebut, Raja Mohammed VI menggarisbawahi bahwa setelah pernyataan politik Brussels pada bulan April 2014, baik Uni Eropa maupun Uni Afrika mencapai tujuan yang ditetapkan dikompromikan oleh banyak tantangan yang terkait dengan keamanan, perubahan iklim dan pembiayaan pembangunan.
Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menyerukan tindakan bersama dan strategi untuk menerapkan ketentuan-ketentuan Perjanjian Paris dan 2030 agenda tujuan pembangunan berkelanjutan.
Sedangkan Presiden Komisi Eropa Jean-Claude Juncker mengatakan bahwa kemitraan Eropa-Afrika menyaksikan banyak kemajuan dan harus diperkuat lagi melalui kerja sama multi-sektoral yang berdampak positif bagi pembangunan berkelanjutan.
Presiden parlemen Pan-Afrika Roger Nkodo Dang dan presiden parlemen Eropa menyoroti kontribusi yang dapat dibuat oleh dua serikat pekerja parlemen untuk memperkuat kemitraan win-win antara Uni Afrika dan Uni Eropa.
[mel]
BERITA TERKAIT: