Klaim tersebut dilontarkan di tengah kebingungan dan ketegangan yang meningkat, tanpa hasil resmi yang muncul setelah lebih dari delapan jam setelah pemungutan suara berakhir.
Hernandez, sekutu Amerika Serikat mengumumkan kemenangan segera setelah sebuah jajak pendapat yang dikeluarkan oleh jaringan Televicentro memberinya 43,93 persen suara hari Minggu, dengan Salvador Nasralla, pihak oposisi, mendapatkan 34,70 persen.
Beberapa jam kemudian berlalu, tanpa hasil resmi muncul. Nasralla juga mengklaim dirinya menang pada Senin pagi (27/11) dengan keunggulan 4,8 persen atas Hernandez.
"Saya adalah presiden Honduras yang baru," klaim Nasralla pada pendukungnya.
Kemenangan bagi Nasralla akan menjadi kejutan besar di negara Amerika Tengah yang miskin, setelah jajak pendapat menunjukkan bahwa Hernandez kemungkinan akan dengan mudah memenangkan tawarannya yang memecah belah untuk masa jabatan kedua, yang dimungkinkan oleh keputusan yang diperdebatkan pada tahun 2015 oleh Mahkamah Agung.
Ini akan menjadi pukulan bagi Amerika Serikat, yang menganggap Hernandez sebagai sekutu terpercaya dalam menangani perdagangan narkoba, geng dan migrasi. Amerika Serikat memiliki ikatan militer yang sudah berlangsung lama dengan Honduras dan sedikit sekutu ideologis di antara para calon presiden Amerika Tengah saat ini. Demikian seperti dimuat
Reuters.
[mel]
BERITA TERKAIT: