Polisi mengatakan bahwa pelaku adalah seorang remaja yang sengaja menargetkan masjid di kota Mubi, negara bagian Adamawa, saat orang-orang tiba untuk sholat subuh pada hari Selasa (21/11) waktu setempat.
Tidak ada kelompok militan yang mengklaim serangan tersebut. Kendati begitu, kelompok bersenjata Boko Haram diketahui melakukan serangan reguler di wilayah tersebut.
"Kami memiliki 50 orang tewas dan kami sekarang berusaha untuk mendapatkan jumlah pasti dari mereka yang terluka," kata Othman Abubakar, petugas hubungan masyarakat dari Komando Polisi Adamawa, seperti dimuat
Al Jazeera.
Kampanye bersenjata delapan tahun Boko Haram di wilayah tersebut telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan memaksa 2,7 juta orang untuk meninggalkan rumah mereka.
Pada awal November 2014, pejuang Boko Haram secara singkat menduduki Mubi dan menamainya "Madinat-ul Islam", atau kota Islam, sebelum diusir oleh angkatan bersenjata Nigeria.
Serangan ini merupakan serangan pertama dalam tiga tahun sejak pendudukan Mubi oleh Boko Haram di tahun 2014.
Idris mengatakan bahwa pekerja darurat, yang biasanya berbasis di ibukota negara bagian, Yola, harus menempuh perjalanan selama beberapa jam untuk mencapai Mubi, sekitar 200km jauhnya, karena jalan yang buruk di daerah tersebut.
"Mereka harus menyetir selama empat jam untuk merawat yang terluka karena rumah sakit di Mubi tidak dilengkapi untuk menghadapi situasi ini," sambungnya.
Rumah bagi sekitar 200.000 orang, Mubi adalah kota terbesar kedua di negara bagian Adamawa.
[mel]
BERITA TERKAIT: