
Pasca insiden perebutan bantuan makanan yang merenggut sejumlah korban jiwa akhir pekan kemarin, Raja Maroko Mohammed VI memerintahkan kepala pemerintahan dan kementerian terkait untuk menerapkan tindakan hukum segera.
Langkah tersebut dinilai penting demi mengendalikan secara ketat distribusi bantuan kepada orang miskin.
Ini adalah langkah agresif kedua yang dilakukan pemerintah Maroko dalam kurun waktu kurang dari dua hari. Sebelumnya, Raja Mohammed VI mendesak pihak berwenang untuk mengambil semua tindakan untuk memberikan dukungan dan bantuan yang diperlukan kepada keluarga korban dan orang-orang yang terluka.
Sebuah penyelidikan dibuka kemudian di bawah pengawasan kantor kejaksaan untuk menentukan penyebab insiden yang menewaskan sedikitnya 15 orang selama pembagian bantuan pangan di kotamadya Sidi Boulaalam di provinsi Essaouira.
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Dalam Negeri mengatakan bahwa budaya berbagi berakar pada tradisi leluhur Maroko dan selalu hadir dalam masyarakat Maroko, baik di tingkat Negara, LSM dan individu.
"Negara ini bangga dengan dinamisme jaringan asosiatif yang melimpah dan ia mengakui tindakannya yang menguntungkan," begitu bunyi keterangan tersebut.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: