"Orang-orang Palestina telah melakukan pekerjaan luar biasa yang tetap berkomitmen untuk melakukan tindakan tanpa kekerasan," kata Kerry dalam sebuah pidato yang diterbitkan oleh media Israel, Newsweek akhir pekan kemarin seperti dimuat
Press TV.
Pidato tersebut sebenarnya disampaikan di bulan Desemer 2016, saat Kerry masih menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
"Ketika Intifadah berlangsung (pada tahun 2015) mereka (Palestina) membebaskan non-kekerasan di Tepi Barat," katanya.
"Ini diabaikan oleh populasi umum (Israel) karena ini bukan topik diskusi," tambah Kerry.
"Mengapa? Karena mayoritas (kabinet Israel) telah mengumumkan bahwa mereka tidak pernah tinggal untuk sebuah negara Palestina," sambungnya.
Rekaman tersebut dilaporkan dari sebuah konferensi di Dubai yang dihadiri oleh beberapa pembuat kebijakan paling Timur Tengah. Tidak jelas apakah Kerry tahu bahwa pada saat itu direkam atau tidak.
Dalam kesempatan itu, Kerry telah mengkritik rezim Tel Aviv yang kurang tertarik pada perdamaian di masa lalu.
"Teman perlu saling menceritakan kebenaran yang sulit, dan persahabatan membutuhkan rasa saling menghormati," jelasnya.
[mel]
BERITA TERKAIT: