Hariri mengumumkan berita rencana kepulangannya tersebut di sebuah pesan Twitter pada hari Selasa (14/11) di tengah spekulasi tentang kemungkinan kembalinya dia ke Lebanon.
Hariri sendiri diketahui mengumumkan pengunduran dirinya di Riyadh pada 4 November, tak lama setelah melakukan perjalanan ke Arab Saudi. Pengumuman televisi tersebut menunjukkan bahwa ia seperti membaca pesan.
Pejabat pemerintah Libanon dan sumber-sumber senior yang dekat dengan Hariri percaya bahwa Riyadh memaksanya untuk mengundurkan diri dan menempatkannya di bawah tahanan rumah yang efektif sejak dia mendarat di Arab Saudi pada tanggal 3 November, sehari sebelum dia mengumumkan pengunduran dirinya yang mengejutkan di sebuah pidato di televisi yang disiarkan dari ibukota kerajaan.
Kementerian Luar Negeri Lebanon telah berjanji untuk terus menekan Arab Saudi agar tidak menghalangi kembalinya Hariri.
Namun Hariri sendiri dalam sebuah wawancara akhir pekan kemarin mengatakan bahwa dirinya adalah orang bebas yang bermaksud untuk kembali ke negara asalnya dalam beberapa hari ke depan. Ia menjelaskan sejumlah alasan di balik keputusannya untuk mundur yangterkesan tiba-tiba. Hariri mengatakan bahwa dirinya menyadari sebuah plot sedang dibangun untuk mengancam hidupnya. Ia juga menuduh Iran dan gerakan perlawanan Lebanon, Hizbullah, mencampuri urusan negara-negara Arab. Demikian seperti dimuat
Press TV.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: