Tersangka adalah Sayfullo Saipov, seorang imigran asal Uzbek berusia 29 tahun. Ia mengaku kepada pihak berwenang bahwa ia merencanakan serangan tersebut satu tahun yang lalu.
Ia juga mengakui bahwa aksi itu dilakukannya karena terinspirasi oleh video propaganda kelompok militan ISIS yang ia simpan di telepon genggamnya. Ia pun sengaja memilih waktu di tanggal 31 Oktober karena bertepatan dengan Halloween dii mana banyak orang berkumpul. Mulanya, ia berencana untuk menyerang Jembatan Brooklyn serta jalur sepeda, namun dialihkan ke Manhattan.
Saipov didakwa dengan satu tuduhan memberikan dukungan material dan sumber daya ke organisasi teroris asing yakni ISIS dan satu hitungan kekerasan dan penghancuran kendaraan bermotor.
Polisi juga mengatakan bahwa Saipov telah meninggalkan sebuah catatan yang memuji ISIS.
"Inti dari catatan tersebut adalah bahwa ISIS akan bertahan selamanya," kata Komisaris Polisi New York John Miller mengatakan dalam sebuah konferensi pers.
"Dia tampaknya telah mengikuti hampir persis instruksi yang dikeluarkan ISIS pada saluran media sosialnya kepada para pengikutnya," tegasnya seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: