"Kami tidak akan menerima apapun kecuali pembatalan dan penghormatan konstitusi," kata Haider al-Abadi seperti dimuat
BBC (Kamis, 26/10).
Tawaran Kurdi sendiri dibuat setelah Abadi memerintahkan militer Irak untuk merebut kembali wilayah sengketa yang dipegang orang Kurdi.
Operasi tersebut, yang juga melibatkan polisi, pasukan khusus dan Mobilisasi Populer, sebuah kekuatan paramiliter yang didominasi oleh milisi Syiah yang didukung Iran, memicu bentrokan yang menewaskan puluhan orang dan melukai puluhan lainnya.
Pada Selasa malam, Pemerintah Daerah Kurdistan (KRG) meminta gencatan senjata segera untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut.
KRG mengatakan bahwa pihaknya siap untuk membekukan hasil referendum dan memulai dialog terbuka dengan pemerintah di Baghdad atas dasar konstitusi.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: