Presiden Dewan Eropa Donald Tusk menilai bahwa tanggungjawab soal Brexit ada di London untuk memastikan kedua belah pihak mencapai kesepakatan sebelum hengkangnya Inggris dari Uni Eropa pada Mei 2019 mendatang.
Tusk memperingatkan bahwa Uni Eropa akan menderita jika pembicaraan berakhir dengan kegagalan.
"Di depan kita masih merupakan ujian stres terberat. Jika kita gagal, negosiasi akan berakhir dengan kekalahan kita," katanya kepada anggota Parlemen Eropa
"Sebenarnya tergantungi London bagaimana ini akan berakhir, apakah dengan kesepakatan yang bagus, tidak ada kesepakatan atau tidak ada Brexit sama sekali. Tapi, di masing-masing skenario ini, kami akan melindungi kepentingan bersama kami hanya dengan menjadi bersama," tambahnya seperti dimuat
CNN.
Tusk telah mengungkapkan harapan di masa lalu bahwa Inggris tidak akan meninggalkan Uni Eropa.
Bagaimanapun, Perdana Menteri Inggris Theresa May telah berjanji untuk memberikan Brexit, dan partai oposisi Inggris Raya tidak mendukung pembalikan referendum Brexit.
[mel]
BERITA TERKAIT: