Penyerang yang membawa senjata itu turun dari kereta api sebelum melepaskan tembakan secara liar ke kerumunan orang yang memicu serentetan jeritan dan berlari ketakutan.
Tenang, serangan itu bukanlah kejadian yang sesungguhnya, melainkan hanya bagian dari simulasi Latihan Northstar. Simualasi itu dilakukan ntuk menguji respons multi-badan terhadap kemungkinan serangan teroris di Singapura.
Simulasi itu dipimpin oleh Kepolisian Singapura (SPF) dan melibatkan lebih dari 650 personel dari Singapore Civil Defense Force (SCDF), Angkatan Bersenjata Singapura (Singapore Ex, ABF) dan agen lainnya.
Di bawah pengawasan ketat Perdana Menteri Lee Hsien Loong, petugas dari Komando Keamanan Angkutan Umum menurunkan para teroris saat gerbang tarif dilempar terbuka untuk memfasilitasi evakuasi.
"Latihan seperti Northstar 10 Phase 1 memungkinkan SPF dan agen lainnya untuk bersama-sama menguji dan memvalidasi tanggap darurat multi-agen terhadap kemungkinan serangan teror," kata direktur SPF, Asisten Komisaris (AC) How Kwang Hwee.
"Kemampuan untuk bekerja dengan baik dengan berbagai pemangku kepentingan publik dan swasta, dalam hal ini sektor penerbangan sangat penting untuk memastikan respons yang efektif terhadap serangan apapun," sambungnya seperti dimuat
Channel News Asia.
[mel]
BERITA TERKAIT: