Ia menang dalam pemungutan suara yang digelar pekan ini mengalahkan seorang kandidat asal Qatar, Hamad bin Abdulaziz al-Kawari dalam pemungutan suara 30 banding 28 di Mesir.
Jika dikonfirmasi oleh majelis anggota majelis umum UNESCO pada bulan depan bulan depan, Azoulay akan menggantikan Direktur Jenderal Irina Bokova dari Bulgaria, yang masa jabatannya delapan tahun berakhir dengan masalah keuangan.
Wanita berusia 45 tahun itu diketahui lahir di Paris dengan keluarga Yahudi Maroko dari Essaouira. Azoulay merupakan mantan menteri kebudayaan Prancis.
UNESCO sendiri telah memiliki pemimpin Eropa, Asia, Afrika dan Amerika, namun tidak pernah satu pun berasal dari negara Arab.
Dalam sambutan singkat setelah dia memenangkan pemilihan, Azoulay mengatakan bahwa tanggapan terhadap masalah UNESCO harus mereformasi agensi dan bukan untuk meninggalkannya.
"Pada saat krisis ini, saya yakin kita harus berinvestasi di UNESCO lebih dari sebelumnya, mencari untuk mendukung dan memperkuatnya, dan untuk memperbaruinya dan tidak meninggalkannya," katanya seperti dimuat
Al Jazeera.
[mel]
BERITA TERKAIT: