Dalam sebuah posting Facebook menanggapi kritik Presiden Trump, Zuckerberg mengatakan bahwa dia berusaha membuat sebuah platform untuk semua gagasan.
Ia menyebut bahwa Facebook memungkinkan kandidat berkomunikasi secara langsung dengan masyarakat dan membantu jutaan orang untuk menentukan pilihan.
Trump sebelumnya menuduh jaringan sosial tersebut melakukan kolusi yang mencap "anti-Trump".
Tuduhan yang sama juga dilayangkan kepada New York Times dan Washington Post.
Sementara itu, Facebook sendiri akan segera menyerahkan 3.000 iklan politik kepada penyelidik kongres yang menyelidiki dugaan campur tangan Rusia dalam pemilihan AS.
Situs ini yakin iklan tersebut mungkin dibeli oleh entitas Rusia selama dan setelah kontes presiden 2016.
Facebook, Twitter dan Google telah diminta untuk bersaksi di hadapan Komite Intelijen Senat AS pada tanggal 1 November tentang tuduhan campur tangan Rusia.
Facebook dan Google telah mengkonfirmasi bahwa mereka telah menerima undangan untuk menghadiri sidang komite, namun tidak ada raksasa media sosial yang mengatakan bahwa mereka akan hadir. Demikian seperti dimuat
BBC.
[mel]
BERITA TERKAIT: