Venezuela: Sanksi Terbaru AS Bentuk Agresi Terburuk Dalam 200 Tahun Terakhir

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Sabtu, 26 Agustus 2017, 15:14 WIB
Venezuela: Sanksi Terbaru AS Bentuk Agresi Terburuk Dalam 200 Tahun Terakhir
Venezuela/Net
rmol news logo Venezuela mengecam sanksi baru yang diterapkan oleh Amerika Serikat.

Sanksi terbaru AS itu diterapkan Jumat (25/8), dengan menyasar sektor energi Venezuela. Pemerintahan Donald Trump mengeluarkan perintah yang melarang orang Amerika melakukan transaksi dengan hutang baru dan ekuitas yang dikeluarkan oleh pemerintah Venezuela dan oleh perusahaan minyak negara, PDVSA.

Gedung Putih mengatakan bahwa tindakan tersebut diambil dengan sangat hati-hati debagai bentuk penolakan pada kediktatoran Presiden Nicholas Maduro.

Menurut Penasihat Keamanan Nasional Trump, H.R. McMaster, Amerika Serikat akan terus meningkatkan tekanan pada Venezuela sampai hak dan demokrasi warga negaranya dipulihkan sepenuhnya.

Namun demikian, dalam sanksi tersebut, pengecualian akan dilakukan untuk transaksi tertentu antara AS dan Venezuela, termasuk ekspor minyak dan impor yang melibatkan Citgo, unit Amerika PDVSA, serta pembiayaan untuk usaha kemanusiaan.

Menanggapi sanksi terbaru itu, Menteri Luar Negeri Venezuela Jorge Arreaza mengecam tindakan tersebut.

"Sanksi keuangan hari ini adalah agresi terburuk terhadap Venezuela dalam 200 tahun terakhir," sebutnya.

Ia menilai bahwa Amerika Serikat mencoba untuk mempromosikan sebuah krisis kemanusiaan di Venezuela.

"Kami akan melindungi rakyat kita dan demokrasi kita dengan segala cara yang kita miliki," sambungnya seperti dimuat Russia Today. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA