Serangan tersebut terjadi di luar sebuah kamp pengungsi dekat Maiduguri di negara bagian Borno di mana kelompok militan Boko Haram juga berada.
Baba Kura, seorang anggota pasukan paroki yang dibentuk untuk memerangi para jihadis, seperti dikabarkan
BBC, mengatakan bahwa pembom pertama meledakkan dirinya di dekat kamp dan memicu kepanikan.
"Orang-orang mencoba untuk menutup toko mereka ketika dua pembom wanita lainnya memicu peledak mereka, menyebabkan sebagian besar korban tewas," katanya.
Tahun lalu, pemerintah Nigeria mengatakan bahwa Boko Haram telah dikalahkan.
Namun koresponden mengatakan bahwa tentara gagal menghentikan serangan tersebut, dan orang-orang terus meninggalkan rumah mereka di Negara Bagian Borno dan bermukim di kamp-kamp.
Boko Haram yang berjuang mendirikan negara Islam sejak tahun 2009 lalu ini tak jarang menggunakan wanita sebagai pelaku bom bunuh diri.
Sebuah laporan yang diterbitkan oleh para peneliti anti-teroris AS pekan lalu mengatakan bahwa ini adalah pemberontakan pertama dalam sejarah di mana ada lebih banyak pelaku bunuh diri wanita dibandingkan laki-laki.
[mel]
BERITA TERKAIT: