"Kami memiliki banyak pilihan untuk Venezuela, termasuk opsi militer yang mungkin jika perlu," kata Trump.
"Kami memiliki pasukan di seluruh dunia di tempat-tempat yang sangat jauh, Venezuela tidak terlalu jauh dan orang-orang menderita dan mereka sekarat," sambungnya seperti dimuat
BBC.
Gedung Putih kemudian mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa Presiden Venezuela Nicholas Maduro meminta panggilantelepon dengan Trump pasca pernyataan tersebut. Namun Gedung Putih merespon bahwa Trump akan dengan senang hati berbicara dengan mitranya dari Venezuela, saat demokrasi dipulihkan di negara tersebut.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Pertahanan Venezuela Vladimir Padrino mengatakan bahwa pernyataan Trump merupakan bentuk kegilaan.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: