Korut: Ada Kepentingan Jahat AS Di Balik Sanksi Baru PBB

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Senin, 07 Agustus 2017, 14:36 WIB
Korut: Ada Kepentingan Jahat AS Di Balik Sanksi Baru PBB
Ilustrasi/Net
rmol news logo Korea Utara akan semakin gencar melakukan uji coba rudal pasca PBB mengadopsi sanksi baru untuk memperketat arus ekonomi ke Korea Utara.

Akhir pekan kemarin, PBB mengadopsi draft resolusi yang digagas oleh Amerika Serikat untuk menetapkan larangan ekspor batubara dan sejumlah komoditi lainnya demi mengurangi pemasukan Korea Utara senilai lebih dari 1miliar dolar  AS.

Dikabarkan AP News awal pekan ini, dengan merujuk media pemerintah Korea Utara, negara tersebut menilai bahwa sanksi baru tersebut adalah rencana Amerika Serikat yang kejam untuk mengisolasi dan menahan Korea Utara.

Sebagai bentuk tanggapan, Korea Utara akan meluncurkan ribuan kali lipat balasan terhadap Amerika Serikat. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal apa bentuk balas dendam yang dimaksud.

Korea Utara juga menganggap bahwa sanksi PBB tidak akan pernah bisa memaksa Korea Utara untuk bernegosiasi mengenai program nuklirnya atau untuk melepaskan dorongan nuklirnya. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA