Pengumuman tersebut dibuat di tengah krisis regional yang semakin meningkat.
"Tindakan ketat dan tegas akan diambil terhadap siapa saja yang menunjukkan simpati atau bias apapun terhadap Qatar, atau terhadap siapapun yang keberatan dengan posisi Uni Emirat Arab, apakah melalui sarana media sosial, atau jenis tulisan apa pun, bentuk visual atau verbal," kata Jaksa Agung UEA Hamad Saif al-Shamsi seperti dikutip oleh Gulf News.
Secara terpisah, Menteri Luar Negeri UEA Anwar Gargash membantah bahwa negara-negara Teluk Arab mencari perubahan rezim dan menuduh Qatar sebagai pejuang utama ekstremisme dan terorisme di wilayah tersebut.
Beberapa negara termasuk UEA, Arab Saudi dan Mesir memotong hubungan perjalanan dan diplomatik dengan Qatar pada awal pekan ini.
Turki, sementara itu, telah menyetujui sebuah undang-undang yang mengizinkan lebih banyak tentara untuk ditempatkan di Qatar.
[mel]
BERITA TERKAIT: