Agnes yang kini berusia 51 tahun akan menghadapi tuduhan terkait dengan dugaan kejahatan dan penyiksaan yang dilakukannya selama perang saudara Liberia pertama yangterjadi antara tahun 1989 dan 1991.
Di antara dakwaan yang dijeratkan pada Agnez, adalah dugaan penyiksaan yang dikatakan telah terjadi di Gbarnga, Liberia, kantor pusat Front Patriotik Nasional Charles Taylor selama konflik tersebut terjadi.
Sekitar 250.000 orang diyakini terbunuh dalam perang yang berakhir pada tahun 2003.
Charles Taylor sendiri menjadi presiden Liberia setelah sebuah kesepakatan damai di tahun 1997.
Perang saudara kedua pecah pada tahun 1999 dan Taylor dipaksa ke pengasingan pada tahun 2003.
Dikabarkan
BBC, Taylor saat ini menjalani hukuman 50 tahun di sebuah penjara Inggris karena mendukung pemberontak yang melakukan kekejaman di Sierra Leone.
Sebuah tindakan parlemen disahkan untuk memungkinkan Taylor menjalani hukumannya di Inggris, atas biaya pemerintah Inggris, setelah diadili di pengadilan yang didukung PBB. [
mel]
BERITA TERKAIT: