Batalkan Kesepakatan Iklim, Trump: Saya Bukan Dipilih Oleh Warga Paris

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Jumat, 02 Juni 2017, 14:12 WIB
Batalkan Kesepakatan Iklim, Trump: Saya Bukan Dipilih Oleh Warga Paris
Donald Trump/Net
rmol news logo Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memutuskan untuk menarik Amerika Serikat dari kesepakatan iklim Paris.

Trump menilai bahwa kesepakatan tersebut seperti "menghukum" AS dan akan merugikan jutaan pekerjaan Amerika.

Dalam sebuah pidato di Gedung Putih, dia mengatakan bahwa dia siap untuk menegosiasikan sebuah kesepakatan baru atau kembali memasukkan kesepakatan tersebut dengan persyaratan yang lebih baik.

"Saya terpilih mewakili warga Pittsburgh, bukan Paris," katanya seperti dimuat BBC.

Trump menjelaskan bahwa kesepakatan iklim Paris merupakan kesepakatan yang bertujuan untuk meremehkan, merugikan dan memiskinkan AS.

Dia mengklaim bahwa kesepakatan tersebut akan menelan biaya sebesar 3 triliun dolar AS dalam GDP dan menghilangka 6,5 juta pekerjaan.

Trump mengatakan bahwa ia memenuhi tugasnya yang sungguh-sungguh untuk melindungi Amerika dan warganya.
 
"Kami tidak ingin pemimpin lain dan negara lain menertawakan kami lagi - dan mereka tidak akan melakukannya," sambung Trump.

Trump tidak memberikan skala waktu. Namun, di bawah kesepakatan tersebut, sebuah negara yang ingin meninggalkan perjanjian tersebut hanya dapat memberikan pemberitahuan tiga tahun setelah tanggal mulai berlaku, yakni 16 November 2016.

Proses meninggalkannya memakan waktu satu tahun lagi, artinya tidak akan lengkap sampai beberapa minggu setelah pemilihan presiden AS pada 2020.

Pembayaran AS ke Dana Iklim Hijau PBB, yang membantu negara-negara berkembang mengatasi dampak perubahan iklim, juga akan berhenti.

Perjanjian Paris sendiri mewajibkan AS dan 187 negara lain untuk menjaga kenaikan suhu global jauh di bawah 2C di atas tingkat pra-industri dan berusaha untuk membatasi mereka lebih jauh lagi, menjadi 1.5C.

Hanya Suriah dan Nikaragua yang tidak terlibat dalam kesepakatan tersebut.
[mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA