Presiden Korsel Perintahkan Penyelidikan Soal Penambahan THAAD

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 30 Mei 2017, 19:06 WIB
Presiden Korsel Perintahkan Penyelidikan Soal Penambahan THAAD
Moon Jae In/Net
rmol news logo Presiden Korea Selatan Moon Jae-in telah memerintahkan penyelidikan setelah Kementerian Pertahanan gagal menginformasikan kepadanya bahwa empat peluncur lagi untuk sistem anti-rudal THAAD AS yang kontroversial telah dibawa ke negara tersebut.

Begitu keterangan yang disampaikan oleh juru bicara Presiden Korea Selatan pada hari ini (Selasa, 30/5).

"Presiden Moon mengatakan sangat mengejutkan mendengar empat peluncur tambahan dipasang tanpa dilaporkan ke pemerintah baru atau ke publik," kata juru bicara kepresidenan Yoon Young-chan mengatakan pada sebuah media briefing seperti dimuat Reuters.

Selama kampanye suksesnya untuk pemilihan presiden 9 Mei, Moon meminta tinjauan parlemen atas sistem tersebut, yang pengerahannya juga membuat marah China, sekutu utama Korea Utara.

Moon berkampanye pada pendekatan yang lebih moderat terhadap Pyongyang, bahkan saat Korea Utara menjalankan senjata nuklir dan program rudal balistik yang menentang resolusi Dewan Keamanan PBB dan ancaman sanksi lebih banyak.

Sistem High Endness Area Defense (THAAD) pada awalnya ditempatkan pada bulan Maret di wilayah tenggara Seongju dengan hanya dua dari muatan maksimum enam peluncur untuk melawan ancaman rudal Korea Utara yang terus meningkat.

Perintah Moon memerintahkan penyelidikan terhadap peluncur THAAD. Hal itu memunculkan tanda-tanda meredakan ketegangan antara mitra dagang utama Korea Selatan dan China. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA