Sengketa Pengakuan, Sejumlah Pemimpin Aborigin Walk Out Dari Pertemuan Adat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 25 Mei 2017, 15:29 WIB
Sengketa Pengakuan, Sejumlah Pemimpin Aborigin <i>Walk Out</i> Dari Pertemuan Adat
Aborigin/Net
rmol news logo Sejumlah pemimpin Aborogin Australia walk out atau memilih untuk keluar dari sebuah pertemuan nasional yang digelar pada hari ini (Kamis, 25/5).

Para pemimpin adat tersebut bertemu di tengara suci Uluru untuk memutuskan bagaimana penduduk pertama negara tersebut, yang berusia sekitar 50.000 tahun sebelum penjajah Inggris tiba, harus diakui.

Pemimpin pribumi Geoff Clark mengatakan bahwa dukungan mayoritas yang muncul untuk pengakuan konstitusional telah mendorong sekitar 50 orang untuk mengajukan protes.

Beberapa pemimpin menginginkan sebuah perjanjian dengan pemerintah daripada perubahan konstitusional.

Dikabarkan Reuters, ada sekitar 700.000 suku Aborigin berpenduduk 23 juta orang namun mereka memiliki tingkat bunuh diri, penyalahgunaan alkohol, kekerasan dalam rumah tangga dan pemenjaraan yang tidak proporsional, yang berada hampir di bawah indikator ekonomi dan sosial.

Pengakuan konstitusional terhadap orang Aborigin adalah masalah yang kompleks di negara yang sebelumnya mengelola penduduk asli di bawah undang-undang flora dan fauna. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA