"Ini adalah kesempatan bersejarah untuk menekan Israel. Untuk menemukan solusi yang adil bagi rakyat Palestina," kata Meshaal dalam sebuah wawancara dengan
CNN di Doha pekan ini.
"Dan ini akan menjadi pujian bagi dunia yang beradab dan pemerintah Amerika untuk menghentikan kegelapan yang telah kita alami selama bertahun-tahun," sambungnya.
Pernyataan ini disapaikannya saat Trump bertemu dengan pemimpin Otorita Palestina Mahmoud Abbas pada hari Rabu di Gedung Putih.
Diketahui bahwa upaya yang dilakukan oleh pemerintah AS sebelumnya telah berfokus pada solusi dua negara, namun pada sebuah konferensi pers Februari dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Gedung Putih, Trump mengatakan kepada wartawan, "Saya melihat dua negara dan satu negara bagian, dan Saya suka yang kedua belah pihak sukai ... saya bisa hidup dengan salah satu dari mereka."
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: