Perselisihan Tanah, Sekelompok Petani Brasil Serang Penduduk Asli

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Selasa, 02 Mei 2017, 17:52 WIB
Perselisihan Tanah, Sekelompok Petani Brasil Serang Penduduk Asli
Ilustrasi/Net
rmol news logo Sekelompok petani di negara bagian Maranhão Brasil melakukan aksi brutal dengan menyerang pemukiman penduduk asli.

Penyerangan itu dilakukan di tengah meningkatnya konflik teritorial yang terjadi di wilayah tersebut.

Dalam aksi penyerangan tersebut, para petani membawa senjata berupa senapan dan parang. Beberapa di antara mereka bahkan tega melukai penduduk asli hingga memutuskan tangan dan kaki sejumlah korban.

Setidaknya ada 13 anggota penduduk lokal Gamela dirawat di rumah sakit setelah serangan tersebut.

Di antara korban luka terdapat pemimpin kelompok tersebut, Kum "Tum Gamela", mantan pastor dan koordinator Komisi Tanah Pastoral yang telah menerima banyak ancaman pembunuhan saat mengkampanyekan hak-hak tanah rakyatnya.

Pekan lalu diketahui sejumlah penduduk Gamela menempati wilayah yang mereka klaim sebagai wilayah tradisional. Namun wilayah tersebut diambil selama kediktatoran militer (1964-85), terbagi di antara pemilik tanah lokal, dan sekarang terutama digunakan sebagai padang rumput untuk ternak.

Namun Gamela, sebuah kelompok yang terdiri dari sekitar 400 keluarga yang tidak pernah meninggalkan daerah tersebut, bersikeras bahwa tanah tersebut telah dicuri, dan sejak tahun 2014 mereka telah meningkatkan kampanye untuk bisa dikembalikan. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA