Untuk diketahui bahwa Trump mengundang Duterte untuk datang ke Gedung Putih di sela percakapan keduanya melalui sambungan telepon akhir pekan kemarin. Dalam percakapan telepon itu, kedua pemimpin negara membahas sejumlah, isu regional.
Trump bahkan menyebut bahwa Duterte merupakan sosok yang sangat bersahabat.
Kendati belum ada tanggal jelas yang ditentukan untuk kunjungan tersebut, Duterte menyebut bahwa dirinya tidak bisa berjanji akan bisa memenuhi undangan Trump karena jadwal yang padat.
"Saya sudah terikat," kata Duterte kepada wartawan Filipina awal pekan ini.
"Saya tidak dapat membuat janji pasti. Saya dijadwalkan untuk pergi ke Rusia dan Israel," sambungnya.
Sementara itu menurut keterangan yang dikeluarkan Gedung Putih akhir pekan kemarin, Trump menikmati percakapan dengan Duterte. Ia juga berdiskusi soal kebijakan Duterte dalam perang besar-besaran untuk memberantas narkoba.
Bukan hanya itu, isu Korea Utara dan situasi di semenanjung juga tak lepas dari bahasan keduanya.
White House juga menekankan bahwa komunikasi ini merupakan permulaan yang baik untuk memperbaiki hubungan antara Filipina dan Amerika Serikat setelah memburuk di masa pemerintahan Obama kemarin.
[mel]
BERITA TERKAIT: