Bank Dunia: Gaza Di Ambang Krisis Kemanusiaan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/amelia-fitriani-1'>AMELIA FITRIANI</a>
LAPORAN: AMELIA FITRIANI
  • Kamis, 27 April 2017, 19:59 WIB
Bank Dunia: Gaza Di Ambang Krisis Kemanusiaan
Jalanan yang gelap di Gaza/Press TV
rmol news logo Bank Dunia telah menyatakan keprihatinan mendalam tentang memburuknya kondisi kehidupan di Jalur Gaza.

Dalam sebuah laporan yang dirilis pada hari ini (Kamis, 27/4), lembaga keuangan internasional itu mengatakan bahwa kekurangan bahan bakar konstan dan pemadaman listrik yang sering terjadi telah membawa daerah kantong yang terkepung Israel itu ke ambang krisis kemanusiaan.

Dalam laporan yang sama, Bank Dunia menambahkan bahwa bantuan luar negeri saja tidak akan memiliki dampak signifikan pada kebangkitan kembali ekonomi Palestina yang stagnan kecuali jika ada perubahan praktis dan signifikan di lapangan.

"Sementara dalam ekonomi yang sehat, energi mendasari proses industri dan pertumbuhan ekonomi, Gaza menghadapi pemadaman listrik setiap delapan jam," laporan tersebut mengutip direktur Bank Dunia Tepi Barat dan Gaza, Marina Wes.

"Selama puncak musim panas dan musim dingin, pasokan listrik yang langka semakin dijatah sampai empat jam di siang hari," tambahnya.

Wes lebih jauh mengatakan bahwa daerah kantong itu terjun ke kegelapan hampir sepanjang hari.
 
"Ini telah menciptakan sebuah krisis kemanusiaan bagi dua juta orang Gaza," tambahnya.

Menurut laporan tersebut, satu-satunya pembangkit listrik Jalur Gaza sering kehabisan bahan bakar untuk generatornya dan mengakibatkan kerusakan pada rumah sakit, klinik, persediaan air, dan layanan vital lainnya. Pemadaman listrik juga memiliki efek melumpuhkan pada pekerjaan rumah tangga.

Wes lebih jauh menyentuh ekonomi impoten Palestina, yang tidak mampu menciptakan lapangan kerja dan pendapatan. Dia mengatakan bahwa sepertiga orang Palestina ada di luar pekerjaan dan separuh lagi pemuda di Gaza menganggur.

"Gaza berada di ambang bencana manusia," dia memperingatkan.

November lalu, Bank Dunia memperingatkan bahwa hanya 10 persen orang Palestina di daerah kantong yang diblokade memiliki akses terhadap air minum, dan dua bulan sebelumnya, telah diumumkan bahwa pembatasan Israel atas aliran bahan bangunan ke Gaza telah menghambat upaya rekonstruksi di daerah kantong pantai. [mel]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA