Hal itu merujuk pada kicauan Beziers di akun Twitternya 1 September tahun lalu, yang merupakan hari pertama pergantian tahun ajaran.
Pada saat itu ia menulis bahwa ia melihat pergantian besar di sekolah-sekolah karena melihat ada lebih banyak anak-anak Muslim yang masuk sekolah Perancis.
Beberapa hari setelah itu, dalam tayangan televisi LCI, ia mengatakan bahwa "Di sebuah kelas di pusat kota saya, 91 persen anak-anak adalah Muslim. Jelas, ini adalah masalah. Ada batasan untuk toleransi."
Hukum Prancis melarang data berdasarkan kepercayaan agama atau etnis orang.
Menard membela pernyataannya itu dengan menyebut bahwa dirinya hanya menggambarkan situasi yang terjadi di kotanya.
"Ini adalah fakta, itulah yang bisa saya lihat," jelasnya seperti dimuat
BBC.
Selain denda, pengadilan Paris memberikan 1.000 euro di pengadilan kepada kelompok anti-rasis yang membawa kasus ini.
Menard mengatakan dia akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: