Ini adalah pertama kalinya dua kandidat teratas dalam pemungutan suara putaran pertama hari Minggu tampil bersama secara publik.
Polisi yang tewas itu adalah Xavier Jugelé. Ia dibunuh oleh penjahat kriminal Karim Cheurfi.
Dalam acara tersebut juga hadir Presiden Perancis Francois Hollande.
Dalam pidatonya, Hollanda menyerukan persatuan dalam pertarungan panjang dan sulit melawan terorisme.
"Sekali lagi Prancis telah kehilangan salah satu anak laki-laki yang paling berani. Sekali lagi Republik telah kehilangan salah satu wali yang paling berharga," katanya seperti dimuat
BBC.
Isu keamanan memang merupakan salah satu hal yang paling tajam disorot dalam pemilu tahun ini.
Le Pen, merupakan capres yang menginginkan Prancis untuk memperkenalkan kembali kontrol perbatasan dan mendeportasi semua orang asing di sebuah daftar pantauan teror.
Sementara Macron ada di sisi sebaliknya. Ia mendorong perbatasan terbuka dan mendesak warga negara Prancis untuk tidak menyerah pada ketakutan.
[mel]
BERITA TERKAIT: