Begitu kata badan pengawas Korupsi China, Komisi Pusat untuk Inspeksi Disiplin China dalam laporannya hari ini (Selasa, 25/4).
Untuk diketahui bahwa China telah melakukan pencarian di luar negeri yang dijuluki Operation Fox Hunt untuk pejabat korup dan eksekutif bisnis yang telah melarikan diri ke luar negeri dengan aset mereka. Ini adalah bagian dari sikap pemerintah Presiden Xi Jinping mengenai perang melawan korupsi yang agresif.
Dalam pernyataan yang sama, disebutkan bahwa pencegahan sama pentingnya dengan upaya untuk mengembalikan mereka yang sudah berada di luar negeri.
Menurut catatan badan tersebut, seperti dimuat
Channel News Asia, pada tahun 2014, 101 pejabat melarikan diri ke luar negeri, pada tahun 2015 jumlahnya turun menjadi 31, sementara tahun lalu hanya 19 yang lolos.
Badan tersebut mengklaim bahwa merosotnya angka-angka ini terutama disebabkan oleh langkah-langkah yang diperketat, seperti terhadap mereka yang seluruh keluarganya sudah berada di luar negeri, seperti kontrol paspor yang lebih ketat dan pembatasan memindahkan uang ke luar negeri.
Pada tahun 2015, pihak berwenang menerbitkan daftar 100 tersangka korupsi yang paling dicari yang telah ditargetkan dengan pemberitahuan merah Interpol, banyak yang tinggal di Amerika Serikat, Kanada dan Australia.
Komisi tersebut mengatakan bahwa sejauh ini telah kembali ke China, kebanyakan dari mereka yang telah dibujuk untuk menyerahkan diri.
[mel]
BERITA TERKAIT: