Untuk diketahui bahwa perundingan dengan oposisi tahun lalu mogok ketika oposisi menuduh Maduro melanggar kesepakatan dan menggunakan pembicaraan untuk membeli waktu.
Namun setelah adanya gelombang unjuk rasa yang diwarnai kekerasan beberapa pekan terakhir, Maduro kembali menyerukan digelarnya pembicaraan dengan oposisi.
Bukan hanya itu, ia pun mengatakan bahwa ia ingin pemilihan lokal dilakukan sesegera mungkin.
Pemilihan lokal yang dimaksudkan adalah tingkatan walikota dna gubernur, bukan tingkatan presiden.
Pemilihan gubernur negara bagian sendiri telah dilakukan Desember lalu, dan pemilihan walikota lokal dijadwalkan tahun ini.
Pegiat hak asasi manusia mengatakan ada lebih dari 1.000 orang ditahan selama gangguan baru-baru ini dan lebih dari 700 orang masih dalam tahanan.
Pihak oposisi menyalahkan pemerintah atas krisis ekonomi yang parah yang telah meninggalkan negara tersebut dengan kekurangan pangan, barang dan obat-obatan dasar.
Protes tersebut dipicu oleh upaya Mahkamah Agung yang dikendalikan pemerintah untuk mengambil beberapa kekuasaan Kongres yang didominasi oleh oposisi.
[mel]
BERITA TERKAIT: