Hasil investigasi PBB yang disampaikan oleh kepala misi Libya untuk migrasi PBB, Othman Belbeisi menemukan bahwa pengungsi biasanya diperdagangkan dengan harga setidaknya 200 hingga 500 dolar. Mereka juga kerap ditahan rata-rata tiga bulan.
Dia menekankan bahwa migran yang dijual di pasar sebagai komoditas dan memperingatkan bahwa menjual manusia telah menjadi tren di kalangan penyelundup.
Banyak pencari suaka digunakan sebagai buruh harian dalam konstruksi dan pertanian. Sebagian dari mereka ada yang dibayar dengan upah rendah, namun sebagian lainnya dipaksa bekerja tanpa upah sebelum dijual lagi kepada pembeli baru.
Dia juga menunjuk nasib yang sangat tragis bahwa pengungsi perempuan sering mengalami pemerkosaan dan dipaksa menjadi pelacur.
Menurut sebuah laporan yang dirilis Selasa oleh lembaga, secara resmi disebut Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM), perwakilannya telah berbicara kepada para pengungsi Afrika yang menceritakan pengalaman mereka yang dibeli dan dijual di garasi dan tempat parkir di kota Libya selatan Sabha.
Dalam laporan tersebut, IOM menceritakan kisah seorang pengungsi Senegal yang mengaku dibeli dan dibawa ke rumah majikan pertama di mana ada lebih dari 100 suaka pencari dipukuli dan ditahan sebagai sandera
Ia menjelaskan bahwa ia diminta untuk membayar 300.000 Franc Afrika Tengah untuk pembebasannya. Karena ia tak sanggup membayar, ia pun kemudian kemudian dijual ke orang lain Libya, yang menetapkan harga pembebasannya pada 600.000 CFA.
Pengungsi Senegal itu lebih lanjut berbicara tentang kondisi sanitasi mengerikan dan makanan yang hanya sekali sehari. Ia dapat bebas setelah mendapatkan uang dari keluarganya dan bekerja sebagai penerjemah untuk menghindari pemukulan.
Namun, laporan IOM menambahkan, yang lain tidak begitu beruntung. Mereka yang tidak bisa membayar sering dibunuh atau dibiarkan mati kelaparan. Mereka dikuburkan tanpa diidentifikasi.
“Apa yang kita tahu adalah bahwa migran yang jatuh ke tangan penyelundup menghadapi kekurangan gizi yang sistematis, pelecehan seksual dan bahkan pembunuhan.
[mel]
BERITA TERKAIT: