Berdasarkan keterangan kepala Asosiasi Operator Tur, Rusia (ATOR) Maya Lomidze, larangan itu belum resmi diterapkan namun kemungkinan besar akan segera diterapkan terkait dengan referendum Turki tanggal 16 April mendatang.
"Dengan mempertimbangkan upaya kudeta pada bulan Juli tahun lalu, salah satu hal yang tidak bisa dikecualikan adalah bahwa Erdogan akan mungkin tidak puas dengan hasil referendum dan akan membuat beberapa upaya untuk memprovokasi kerusuhan,†kata juru bicara ATOR seperti dimuat
Russia Today.
Untuk diketahui bahwa referendum mendatang akan mengubah konstitusi Turki dari parlemen untuk sistem presidensial, sesuatu yang telah Erdogan dorong sejak tahun 2005.
Untuk diketahui bahwa kebijakan soal penerbangan charter antara Rusia dan Turki sebelumnya juga pernah terganggu selama sembilan bulan, per November 2015 setelah Turki menembak jatuh sebuah jet Rusia di Suriah. Hal ini mengakibatkan penurunan 90 persen pada wisatawan dari Rusia ke Turki pada bulan-bulan pertama 2016.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: