Pemanggilan dilakukan akhir pekan kemarin setelah juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Bahram Qassemi menyebut Raja Yordania konyol karena menjajarkan Iran dengan ISIS.
Pernyataan Qassemi itu adalah tanggapan atas argumen Raja Abdullah yang sebelumnya menyebut bahwa permukiman Israel sedang bermain ke tangan Iran dan ISIS di mana banyak warga Yordania yang direkrut.
Yordania mengecam pernyataan Qassemi itu dan menilainya sebagai "upaya gagal" untuk mendistorsi peran penting dari kerajaan Arab di kawasan itu.
Juru bicara pemerintah Mohammed Momani mengatakan pada hari Senin bahwa Jordan mengambil langkah karena apa yang ia sebut sebagai campur tangan Iran dalam urusan internal negara-negara tetangga, terutama negara-negara Teluk.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: