Begitu laporan Dubes RI untuk Mesir Helmy Fauzi dalam pesannya kepada anggota DPR RI Dwi Ria Latifa, Minggu (9/4).
Kata Helmy, berselang 15 menit kemudian terjadi serangan serupa di fasilitas training polisi di kota yang sama, Kota Tanta yang terletak sekitar 90 km dari Kairo.
Sementara 3 jam berselang, yaitu pada pukul 13.00 telah terjadi aksi bom bunuh diri yang dilancarkan oleh kelompok yang tidak dikenal di pintu masuk Gereja Koptik St. Mark di Distrik Al-Attaren, Alexandria. Ledakan tersebut telah mengakibatkan sedikitnya 6 tewas dan 33 orang menderita luka-luka.
Helmy berujar, hingga saat ini tidak ada warga negara Indonesia yang menjadi korban atas peristiwa ini.
"Kami telah instruksikan Perwakilan BIN Luar Negeri (Perbinlu) dan Protokol dan Konsuler (Protkons) untuk memantau dan mencermati kasus tersebut. Sejauh ini diperoleh informasi tak ada WNI yang jadi korban pada peristiwa tersebut.
Sementara itu, melalui saluran informal dan kekeluargaan masyarakat Indonesia di Mesir, KBRI Kairo mengimbau agar WNI meningkatkan kewaspadaan dan menghindari tempat keramaian yang merupakan titik rawan ancaman terorisme.
"Selain itu, KBRI Kairo sedang menyiapkan letter of condolences kepada otoritas Mesir," pungkasnya.
[ian]
BERITA TERKAIT: