"Badan internasional membuat permohonan untuk Myanmar kepada pemimpin de facto Aung San Suu Kyi pada Sabtu setelah merinci penderitaan sekitar puluhan anak di bawah umur yang ditahan di penjara Buthidaung di Rakhine yang bergolak," kata Justin Forsyth, wakil direktur eksekutif UNICEF.
"Setiap anak yang ditahan adalah masalah bagi kami," sambungnya.
Diketahui bahwa ada hampir 75.000 orang telah melarikan diri dari bagian utara Rakhine ke Bangladesh sejak militer Myanmar meluncurkan tindakan keras sana pada bulan Oktober 2016.
Dalam sebuah wawancara televisi dengan media Inggris pekan lalu, Suu Kyi menyatakan oposisi terhadap label tindakan keras yang sedang berlangsung terhadap kelompok minoritas Muslim di negara itu sebagai pembersihan etnis meskipun laporan luas pelanggaran terhadap mereka.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: