Ledakan tersebut menargetkan Gereja Koptik St George di kota Tanta di Delta Nil.
Ledakan terjadi saat sejumlah orang berkumpul untuk memperingati Minggu Palma, yakni salah satu hari paling suci dalam kalender Kristen yang menandai masuknya kemenangan Yesus Kristus ke Yerusalem.
Penyebab ledakan itu belum diketahui dengan pasti. Namun demikian, minoritas Kristen Mesir tersebut kerap menjadi sasaran kelompok militan dalam beberapa tahun terakhir.
"Entah sebuah bom ditanam atau seseorang meledakkan dirinya,: kata Hubernur provinsi Ahmad Deif seperti dimuat
BBC.
Akibat ledakan tersebut, sebanyak 21 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: