"Qatar Airways mengumumkan solusi unik untuk larangan benda elektornik terbaru dengan menawarkan layanan sewa laptop dalam penerbangan yang bisa digunakan penumpang," begitu bunyi keterangan Qatar Airways pekan ini seperti dimuat
Russia Today.
Layanan ini dibuat untuk menanggapi kebijakan dari Amerika Serikat dan Inggris yang melarang penumpang dari Timur Tengah untuk membawa perangkat elektronik yang lebih besar dari ponsel masuk ke kabin pesawat. Termasuk di antaranya adalah tablet dan laptop.
Kebijakan itu mempengaruhi penerbangan langsung ke Amerika Serikat dari 10 bandara internasional di Timur Tengah, yakni bandara di Mesir, Yordania, Kuwait, Maroko, Qatar, Arab Saudi, Turki dan Uni Emirat Arab.
Qatar Airways memahami bahwa aturan itu akan mempengaruhi kenyamanan dari para penumpangnya. Karena itulah dibuat layanan baru untuk menyewa laptop dalam penerbangan langsung ke Amerika Serikat.
Penumpang juga bisa memindahkan pekerjaan dan data-datanya terlebih dahulu sebelum naik pesawat.
[mel]
BERITA TERKAIT: