Begitu laporan radio pemerintah federal di situsnya seperti dimuat awal pekan ini.
Somalia,
seperti negara-negara lain di kawasan itu diketahui menghadapi
kekeringan yang menewaskan ternak, memangkas panen dan meninggalkan 6,2
juta orang atau sekitar setengah dari penduduknya kekurangan pangan.
Hal
itu menyebabkan terjadinya kelaparan akut mencengkeram di Jubbaland
yang menyebabkan eksodus ratusan keluarga ke ibukota Mogadishu untuk
mencari bantuan.
Mengutip Mohamed Hussein, asisten menteri dalam
negeri Jubbaland, kekeringan parah telah membunuh orang-orang selama
rentang waktu 36 jam pada awal pekan ini.
"Orang-orang di daerah tersebut membutuhkan bantuan darurat," kata Hussein dalam laporan.
Warga
mengatakan sebagian besar kota-kota yang terkena dikuasai oleh militan
al Shabaab yang telah melancarkan kampanye kekerasan untuk menggulingkan
pemerintah federal yang didukung Barat di Mogadishu.
[mel]
BERITA TERKAIT: