Salib tersebut dipasang sejak awal bulan ini di sepetak tanah milik komunitas Muslim Ahmadiyah setempat. Itu adalah bentuk penolakan atas rencana pembangunan masjid.
Salib tersebut sempat dirobohkan oleh seorang yang tak dikenal, namun kemudian kembali didirikan bersama dengan enam salib kayu dari berbagai ukuran.
Aplikasi permintaan ijin untuk mendirikan bangunan masjid akan disampaikan kepada pemerintah kota dalam beberapa minggu mendatang.
Menanggapi hal itu, Walikota Efrut, Katrin Bohlke mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa melakukan tindakan melawan pemasangan salib selama tidak ada insiden. Namun ia mendesak agar protes tetap dilakukan secara damai.
"Kami berbicara dengan warga lagi dan lagi. Secara hukum, seseorang tidak bisa bertindak melawan salib. Kami hanya bisa mengajukan banding lagi dan lagi bahwa setiap protes terhadap pembangunan masjid yang damai, "kata Bohlke.
Pemimpin komunitas Muslim Ahmadiyah Erfurt, Mohammad Suleman Malik menyebut pihaknya sendiri tidak melihat ada tindakan provokatif dalam pemasangan salib tersebut.
"Salib itu tidak provokatif. Sebaliknya, justru akan sangat indah bila gereja, sinagog dan masjid bisa berdiri berdampingan," jelasnya seperti dimuat
Russia Today.
[mel]
BERITA TERKAIT: