
Seorang pejabat tinggi PBB mengatakan bahwa kejahatan terhadap kemanusiaan sedang dilakukan oleh militer dan polisi terhadap minoritas Rohingya di Myanmar.
Pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Myanmar, Yanghee Lee mengatakan bahwa dirinya belum diberikan akses gratis ke daerah konflik di Myanmar.
Tapi setelah berbicara dengan pengungsi di Bangladesh, ia menemukan bahwa situasi Rohingya di Myanmar jauh lebih buruk daripada yang diperkirakan.
"Saya akan mengatakan kejahatan terhadap kemanusiaan. Oleh militer Burma, Myanmar, penjaga perbatasan atau polisi atau pasukan keamanan," tambahnya.
Ia mengatakan bahwa masalah penyalahgunaan di Myanmar adalah sistemik.
Aung San Suu Kyi, yang memimpin Myanmar selama setahun terakhir menolak wawancara terkait hal tersebut. [
mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: