
Budidaya tanaman koka di Kolombia telah mencapai tingkat rekor selama dua tahun berturut-turut.
Hal itu membuat Kolombia menjadi negara produsen utama kokain dunia.
Begitu bunyi laporan tahunan Strategi Pengendalian Narkotika Internasional Departemen Luar Negeri Amerika Serikat pekan ini.
Dalam laporan itu disebutkan bahwa wilayah yang ditanami koka tumbuh 39 persen pada 2014 dan 42 persen pada tahun 2015, menjadi 159.000 hektare (ha). Kenaikan ini merupakan yang terbesar sejak beberapa tahun terakhir.
Daerah budidaya coca gelap di Kolombia diikuti oleh Peru yang melihat peningkatan menjadi 53.000 ha, dan Bolivia dengan 36.500 ha.
Dua tahun lalu pemerintah Kolombia menghentikan penyemprotan udara dari tanaman, khawatir bahwa herbisida dapat menyebabkan kanker. Penyemprotan udara memainkan bagian besar dalam membendung pertumbuhan produksi coca.
Faktor lain untuk peningkatan adalah bahwa petani coca ilegal mulai budidaya yang lebih kecil, untuk menghindari deteksi oleh penegak hukum.
[mel]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: