Begitu peringatan yang dikeluarkan oleh kelompok bantuan Save the Children. Mereka memperingatkan, tanpa adanya bantuan segera, kerusakan anak-anak Suriah bisa semakin buruk.
Menurut kelompok tersebut, stres perang telah menyebabkan sejumlah perilaku anak seperti sering mengompol, menyakiti diri, perilaku agresif bahkan hingga percobaan bunuh diri.
Temuan ini didasarkan pada ratusan wawancara yang dilakukan di Suriah.
Save the Children mengatakan studi adalah yang terbesar dari jenisnya untuk melihat lebih jaun ke dalam kesehatan mental dan kesejahteraan anak-anak Suriah yang terjebak dalam perang sejak 2011 lalu.
Menurut kelompok tersebut, luka tak terlihat itu memicu krisis kesehatan mental pada anak-anak yang terjebak di Suriah.
Save the Children berbicara kepada lebih dari 450 orang di sejumlah wilayah di Suriah, termasuk anak-anak dari berbagai usia, orang tua, pengasuh, pekerja sosial, pekerja bantuan dan guru demi melakukan penelitian tersebut.
[mel]
BERITA TERKAIT: