Begitu kata Perdana Menteri Somalia Hassan Ali Khaire.
Ini adalah kematian terparah yang dikaitkan dengan kekeringan di negara itu sejak status bencana nasional dinyatakan awal pekan ini.
Dalam pertemuan dengan Komite Kekeringan Nasional Somalia akhir pekan ini, Khaire menjelaskan bahwa negara saat ini tengah dilanda kekeringan dan di ambang kelaparan dengan 6,2 juta jiwa beresiko.
Presiden Somalia Mohamed Abdullahi Farmajo menumumkan status bencana nasional awal pekan ini, hanya selang seminggu setelah dilantik. Ia pun mendesak semua pihak untuk semakin ekeftif merespon ancaman kelaparan.
Organisasi Internasional untuk Migrasi telah mencatat kekhawatiran yang sama antara krisis baru-baru ini dengan bencana kelaparan tahun 2011 yang menewaskan lebih dari seperapat juta orang tewas.
Ternak mati akibat kekeringan dan orang-orang berjuang untuk menemukan makanan dan air.
PBB telah memperingatkan bahwa kurangnya air bersih bisa menyebabkan ancaman tambahan yakni penyakit kolera.
[mel]
BERITA TERKAIT: